Minggu, 20 Januari 2013

manusia yang gelisah

ada banyak kata yang belum bisa terbahasakan. aku ingin mencari cara untuk membuat mereka apa yang kau pikirka tentang Tuhan, tentang dunia dan tentang dia yang  kurindukan. mereka hanya menjadi bayang-bayang dalam mimpi ku, mengganggu ku saat tertidur, dan menghilangkan rasa dalam makanan ku.itulah mungkin yang orang menyebutnya mimpi.

entah besok apa yang akan terjadi dengan diri ku. yang aku tahu hari ini aku memiliki cita-cita untuk terus membahasakan tentang kata yang indah. mereka yang ku cintai memberi ku motivasi ketika ingin berkata semua ini tidak ada arti. kenangan indah dan kebahagian dimasa depan terus membisiki ku, "kawan, suatu hari orang akan mendegar teriakan dalam hati mu. bahwa kau menginginkan mereka penuh cinta."

ilmu pengetahuan bagaikan sebuah kapal dalam hidup ku. dialah yang akan mengantarku ke pantai yang indah, dimana tak ada lagi yang ku pikirkan selain dari kebahagiaan dan cinta. dia menemaniku saat badai mengancam untuk menghempaskan ku kedasar laut yang gelap tak berpenghuni. dia menemaniku hingga terlelap, menenangkan jiwa ku yang gelisah. dia tak bosan untuk menjawab ku saat aku dalam kesepian.

aku tahu ada banyak kata yang belum ku dapatkan untuk membantuku membahasakan bahasa itu. untuk itu kaki harus terus melangkah  mencari serpihan-serpihan kata itu. aku mungkin akan bertanya pada mereka mencintai ku. aku pun akan bertanya pada mereka yang membenci ku. dan juga bertanya pada bunga yang sedang bercanda di sebuah taman. apapun itu akan ku tanya.

ku buka lembaran demi lembaran buku. nalar ku melayang menerbangkan jiwa yang gelisah itu menemui mereka yang telah mati dengan tenang karena telah berhasil manaklukkan gelisahnya dengan kata. ku temukan imam Syafi'i sedang menerangi kertasnya dengan lentera. ku temani Albert Enstain merangkai simbol dari nalarnya yang tak berhenti menyala. dan pun B.J Habibi sedang hatinya yang terus berbunga merakit baling-baling diantara mesin raksasa. begitulah jiwa ku yang terus mengembara mencari seseuatu yang belum bisa terbahasakan.

ku cengkram kembali nalar hingga sejenak berhenti. ternyata disini aku bersama dengan sahabat sedang bermain ria dan berkata "hari ini aku ingin berhenti berpikir. besok saja aku memikirkannya".

kata ini belum berujung. karena aku masih terus gelisah mencari kata. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar