Yang mengubah hidup kita adalah pengetahuan. Ini yang nanti akan menentukan karakter seseorang, yang menentukan tingkat kedewasaan. Pandangan hidup akan menetukan bagaimana seseorang bersikap di kehidupan sosial. Mungkin pernah banyak membenci orang atau marah karena mereka tidak sepaham dengan kita. Karena mereka berbeda pendapat dengan kita.
Itulah yang pernah terjadi ketika membenturkan perbedaan antara kriteria perempuan idealnya seperti apa. Bahwa gerakan perempuan hanya boleh bercermin kepada para kader perempuan yang pernah di bina oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Perempuan tidak perlu mengakses gerakan perempuan yang diprakarsai oleh aktivis gender. Yang ternyata tak terbendung, ada yang tetap mengambil jalur kiri. Jalur pemikiran para revolusioner.
Perseteruan antara kedua pihak memanas hingga saling; unfriend akun media sosial, tak ingin saling menyapa, tak ingin satu tim kerja dalam sebuah acara, putus kontak dari telewicara. Kedua belah pihak tetap berpegang pada kebenaran masing-masing. Dan menganggap yang lain salah.
Kemudian berjalan waktu, pengetahuan terus semakin meluas, kembali dari perenungan hidup, memeriksa keterlibatan ego, maka berkesimpulan bahwa perbedaan tidak seburuk itu. Itu hanyalah dinamika yang akan mengajarkan banyak hal. Yang nantinya akan disyukuri. Yang nantinya akan dikenang sebagai satu fase pembelajaran. Sebagai satu fase untuk saling mengenal dalam ikatan persaudaraan.
Tak salah jika ingin menyebutnya "mengenang kekanak-kanakan". Ingin bilang bahwa anggap saja dulu kita masih anak-anak yang belum banyak tahu tentang kehidupan. Yang kemudian pada titik ini melihatnya dari posisi diri sebagai orang dewasa, yang sudah mulai memahami arti banyak mengalah, tenang menghadapi perbedaan, yang mulai tak banyak menyalahkan orang lain, lebih sering mengembalikan sebuah persoalan pada diri sendiri terlebih dahulu.






