Berjalan gontai diantara keramaian. Entah siapa mereka
yang juga sedang berjalan. Hanya berpikir tentang diri. Melangkah entah ingin
kemana. Ingin pulang terasa enggan. Ingin pergi berhibur, tapi tak apa lagi
yang bisa menghibur. Harus kemana tak tahu. Harus melakukan apa tak tahu. Dalam
ada dalam benak, kapan hidup ini akan berakhir. Terkadang berpikir tak ada guna
melakukan apa-apa.
Dulu pernah bermimpi bersama seseorang menghabiskan usia.
Bersama hingga akhir waktu. Menjalani hari, membuka mata bersama dipagi hari. Dan
bercengkrama sampai mata tertutup dalam kelelahan. Bermain bersama buah hati
yang menggemaskan. Dan pergi mencuri waktu untuk hanya berdua berbagi rasa
diantara keindahan alam.
Itupun pudar. Dia yang dulu muncul dalam angan. Kini tak
lagi terpaut rasa. Mungkin telah terlampau jauh dan terlampau lama. Hidup, tak
lagi ingin ku kaitkan dengannya. Masing-masing memiliki jalannya sendiri. Kini hanya
perlu memikirkan diri sendiri. Dan terus belajar cara untuk menikmati hidup. Karena
Tuhan masih memberi kesempatan untuk bernyawa. Maka biarkan diri hanya hidup
untuk orang lain. Tak lagi hidup untuk bahagia sendiri.
Hanya teman biasa. Jika menyapa tak bermaksud apa-apa. Jika
sedang bersama hanya bersikap biasa. Jika bertemu tak lagi canggung. Tak lagi
merindu, tak lagi mengharap. Antara kita hanya teman lama yang telah lama tak
berjumpa. Yang masing telah memiliki kesibukannya sendiri. Teman lama yang
ingin tahu kabar kapan dia akan menikah, dia sedang sibuk apa dan bagaimana
pekrjaannya. Cukup itu saja.
Mungkin telah mati rasa. Hingga hari ini telah banyak
belajar tentang antara perempuan dan laki-laki. Bahwa perempuan tak boleh mempertautkan
hatinya dan hidupnya pada seseorang. Karena sering menganggap bahwa dialah
teman hidup hingga akhir, dialah yang teman bersanding di pelaminan, dialah
teman berbulan madu. Tapi ternyata dia bersama orang lain. Bahagianya bukan
bersama kita. Tapi bersama orang lain. Bahwa diri bukan kriteria yang dia
inginkan. Bahwa diri tidak seistimewa itu dimatanya.
Mungkin pernah ada yang mengagumi. Mungkin pernah ada yang
memiliki impian yang sama. Mungkin pernah menjadi istimewa dimata seseorang. Tapi
buat apa jika itu hanya sebuah hasrat sesaat, kekaguman sesaat dan perasaan
sesaat. Tak ingin dia perjuangkan, tak ingin dia wujudkan. Pada akhirnya waktu
berlalu. Para perempuan itu semakin tua. Dan daya tarik juga mulai memudar. Para
perempuan itu bukan lagi remaja yang lucu, wajah yang cute, pribadi yang lugu. Tapi
para perempuan itu telah menjadi dewasa yang lebih rasional memandang
kehidupan. Yang tak lagi punya waktu hanya untuk bermain cinta. Yang hanya
berpikir untuk memperjuangkan kehidupan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar