Duduk dipojok bangku, membuka beranda, menelusuri dunia mereka atau
diam-diam menyelami jiwa-jiwa yang ada. Ada yang tertawa bersama sahabat,
berseteru tentang dinamika kehidupan, meringkih oleh rindu atau tangis tumpah
tak tertahankan. Tadi ketika matahari merambat keatas bumi itulah semua
bermula. Bising pada masing-masing perbincangan antar mereka. Mungkin juga aku
didalammnya.
Menanti larut ketika katub lisan tak lagi terbuka. Semua terbaring
dalam lelah. Sayup kemudian terpejam. Tak lagi ada teriaka-teriakan, tak lagi
ada hentakan-hentakan, tak lagi ada gemuruh celoteh. Yang ada adalah bisikan
suara hati kepada tuannya. Alunan refleksi berhembus terbawa angin malam.
Sejak lampu telah ditemukan. Wajah dunia mulai berubah. Dunia benderang
berhias lampu neon atau sedikit remang bersama lampu pijar. Hingga kadang tak
ingin terpejam menanti keheningan di larutnya malam. Bukan apa-apa, mungkin
hanya ingin tetap terjaga menyaksikan kejaiban-keajaiban malam. Bahwa Tuhan
begitu ajaib menciptakan semesta. Yang mana ada malam tempat menepi, tempat
merefleksi dan waktu menghibur diri.
Benar-benar sudah mulai larut, pukul 02.00. Andai ada secangkir
kopi, maka lengkaplah sudah. Melarutkan segala kemelut yang telah mengkusut. Terurai
bersama sensasi manis diantara kepahitan. Jangan tanya mengapa dan ada apa? Mungkin kita sama teringkus dalam kemelut yang
sama. Cukup diam dalam isyarat. Dan kita larutkan bersama manisnya kepahitan. Heehe...
assiiieekkk.
Berkali-kali walau tak setiap hari, terjaga dalam kesadaran
transendensi, menjajaki kembali tapak jejak hidup yang telah terlalui. Mengurai
jejak kehidupan kedalam aksara. Untuk nanti menjadi album kenangan atas
perjalan hidup. Mungkin saja apa yang berharga dalam diri hari ini. Perlu untuk
kembali diulas ketika mulai memudar. Atau menyingkap pendar cahaya keilahian
diantara lumpur hitam kemanusian.
Sampai disini menyelem jauh pada kedalaman renung. Cukup bahwa
larutnya malam adalah ruang bagi para pengagum sunyi untuk menjadikan hidup ini
lebih hidup. Karena diujung malam kembali akan bersua kenyataan yang terkadang
tak diinginkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar