Setiap orang berhak memberikan penilaian. Tak ada yang mampu
menghalangi apa yang orang lain pikirkan. Ada dua pertanyaan yang sering
mengusik, yakni: bagaimana kesuksesan dan kapan menikah? Setiap orang yang
mengenal kita, dua hal itulah yang selalu mereka nantikan. Sekaligus mereka
jadikan sebagai tolak ukur mereka untuk memberikan penilaian yang baik pada
diri seseorang.
Bagi sebagian orang ini merupakan hal yang tidak menyenangkan. Yang
lelah mendengarkan pertanyaan yang sama setiap kali bertemu dengan orang-orang.
Yang semakin menyiksa ketika melihat kehidupan mereka yang nampak bahagia
dengan pasangan dan anak-anaknya. Yang merasa kasihan dengan diri yang belum
ada “kemajuan”.
Bukan ingin menjauh. Tapi terlalu banyak hal yang mesti dilakukan
selain hanya riuh dalam perbincangan, sibuk mempertanyakan dan menghabiskan
waktu untuk mencela. Terdiam dalam angan-angan yang panjang yang tidak bermanfaaat.
Setiap orang membayangkan yang ideal. Tapi jika hidup ini selalu harus sesuai
dengan keinginan, maka dimana letak bahwa hidup ini adalah ujian.
Memikirkan apa kata orang adalah sesuatu yang menyiksa, satu beban
yang mengekang, satu hal yang menghalangi diri untuk menikmati kebahagiaan. Tak
bisa memaksakan orang lain untuk memberi kesan yang baik, tak bisa memaksa
mereka untuk menerima kita apa adanya, tak bisa memaksa mereka untuk menerima
apa yang kurang. Maka dari itu, hidup ini hanya perlu untuk merencanakan yang
baik. Kemudian mengusahakan terwujudnya apa yang kita rencanakan.
Dengan demikian cukup jalani apa yang Tuhan anugrahkan dan kerjakan
hal yang bermanfaat. Berkuliah di jurusan pendidikan, ada ribuan anak-anak yang
membutuhkan bimbingan. Jika bekerja sebagai pengusaha, mengapa tak sibuk
melakukan pengembangan usaha. Jika bekerja dalam pelayanan masyarakat mengapa
tak sibuk untuk melayani orang banyak. Atau menghabiskan waktu untuk mendaras
buku dan menulis agar bisa berbagi dengan dunia. Bercengkrama dengan semesta,
bertadabbbur dengan ayat-ayat Tuhan. Sehingga tak ada ruang bagi mereka untuk
mengusik hidup yang dinikmati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar