Kamis, 24 November 2016

PANDANGAN BURUK


Ketika ada kecacatan dalam diri, tak bisa memaksakan orang lain untuk tetap memandang kita baik. Mereka memiliki hak berpikir apa saja tentang orang lain. Sehebat apapun diri seseorang tak akan mampu mengikuti apa yang mereka inginkan terhadap diri kita. 

Kadang terlalu menyakitkan, terlalu mengerikan membayangkan apa yang orang lain pikirkan terhadap diri kita. Belum sukses, mereka akan meremehkan. Belum menikah, mereka berpikir kita orang yang susah rezki. Sering meminta tolong, mereka memandang bahwa kita menyusahkan.

 Tak salah jika mereka memiliki banyak pandangan buruk terhadap diri kita. Karena hidup ini memang bukan untuk mereka. Tak perlu untuk membuktikan kepada mereka bahwa kita baik. Tapi berprilakulah seperlunya dan semampunya. Tuhan saja menyuruh untuk “bertaqwa semampunya” (Q.S At-thogobun: 16) kenapa mesti memaksa diri untuk berbuat sesuai kemampuan mereka. 

Mereka akan mengukur orang lain berdasar alat ukur yang mereka punya. Bisa jadi dia “sedang mengukur langit dengan sejengkal lidi”. Mengukur kesuksesan orang dengan ukuran kesuksesan menurut mereka. Mengukur kebahagiaan seseorang sesuai dengan ukuran kebahagiaan mereka.  

Menjajaki jalan pikiran manusia akan menemukan kekusutan yang amat sangat. Diri adalah bagian kekusutan itu. Dalam ikatan tersebut tak akan pernah mampu bebas sepenuhnya. Selama masih hidup, maka akan tetap menjadi bagian dari keterikatan emosi antara satu dengan yang lainnya. Akan menjadi bagian kebencian, kemarahan, kesukaan, kebanggaan, kesedihan dan kebahagiaan mereka. 

Jika mendapat pandangan buruk dari orang lain. Maka mungkin kita ibarat “sebuah titik tinta di di tengah selembar kertas. Orang lebih cenderung memfokuskan pandangannya pada satu titik tersebut dan mengabaian bagian putih yang jauh lebih besar.” Atau mungkin memang kita lebih buruk dari apa yang mereka pikirkan. Maka tidak perlu marah!! Teruslah “membenahi iman dan amal sholeh. maka Allah SWT yang akan menghapus keburukan yang melekat pada diri mu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar