Jumat, 18 November 2016

MASIH INGIN BEBAS


Menikah muda tak semua orang melakukannya atas keinginan sendiri. Ada yang melakukannya karena kondisi menuntutnya demikian, diantaranya: karena desakan ekonomi orang tua yang tidak lagi sanggup untuk menafkahi mereka, terpaksa untuk menutupi aib dari hamil di luar nikah (marriage by incident). Juga ada yang melakukannya karena kerelaan. Berpikir bahwa menikah akan segera menyelesaikan masalah. Dua orang tersebut akan diliputi dengan kebahagiaan. 

Menikah merupakan salah satu keputusan terbesar diantara yang lain yang akan kita ambil selama hidup. Menikah merupakan tanggungjawab yang sangat besar. Menikah tak hanya tentang bahagia berdua. Ini bisa jadi menjadi sebuah bumerang. Ada banyak orang yang mengalami trauma akibat kehidupan pernikahan yang gagal. Manganggap bahwa itu adalah pengalaman terpahit yang pernah dia lalui. 

Menikah adalah persandingan antara dua orang untuk melalui perjuangan hidup. Yang menuntut orang untuk memiliki persiapan yang cukup. Yang utama adalah kesiapan mental. Menikah dibutuhkan kedewasaan berpikir dalam menyikapi perbedaan. Kemampuan untuk mengatasi permasalahan internal keluarga yang disebabkan oleh kesulitan hidup yang sedang dihadapi.

Menikah muda bukan sebuah kesalahan. Bahkan sebuah satu bentuk keberanian. Orang yang menikah mudah perlu diberikan apresiasi besar. Mereka meninggalkan banyak hal di dunia luar untuk memikul tanggungjawab sebesar itu. Salah satunya adalah 'kebebasan hidup'. Anak-anak yang lahir membutuhkan perhatian bahkan hingga 24 jam setiap hari. Anak harus menjadi prioritas utama dan meninggalkan yang lain jika akan mengganggu urusan anak.

Itulah yang terlihat dari mereka. Tak lagi memiliki banyak waktu untuk belajar. Tak memiliki banyak kesempatan untuk "me time". Tak lagi memiliki kehendak sendiri. Kerja keras, waktu, keletihan, pikiran harus tercurah hanya untuk keluarga. Pengalaman hidup hanya seputas perjuangan keluarga. Tak pernah mengalami masa-masa dibuly karena kelamaan jomblo. Tak mengalami masa-masa sunyi yang mana hanya memiliki senja untuk berbagi. Tak menikmati masa-masa perenungan hidup bersama ruang kosong di dinding kamar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar