Dalam kurung waktu tertentu akan membawa
kita pada perenungan tentang keberadaan kita di dunia ini. Sering mendengar
tentang; memboroskan usia, telah menyia-nyiakan masa muda, terlambat untuk
pencapaian tertentu. Kemudian terus memeriksa diri telah benarkah apa yang
sedang kita kejar, telah benarkah tujuan hidup, telah benarkah cara-cara yang
kita tempuh.
Ada orang menghabiskan usianya sebagai
guru, ada yang hingga kematiannya hanya menjadi petani atau pedagang. Kemudian mereka
meninggalkan anak-anak yang tidak menutup kemungkinan hanya akan menjadi
penyebab permasalahan bagi kehidupan sosial. Mereka mewariskan kepada
anak-anaknya harta sebagai bekal untuk melewati perjuangan hidup yang sulit. Begitu
seterusnya siklus hidup secara turun temurun. Keseharian mereka hanya seputar
mencari nafkah, membeli perabot rumah, membeli tanah dan membangun rumah mewah.
Apa sih yang menyita waktu orang selama
24 jam tersebut;
- Perempuan yang memiliki anak menghabiskan waktu untuk mengurus anak dan kebutuhan rumah tangga.
- Orang yang bekerja akan menghabiskan waktunya untuk mengurusi perniagaannya
- Orang menghabiskan waktu untuk bermain game.
- Orang-orang yang menempuh pendidikan menghabiskan waktu untuk terus mengkaji ilmu pengetahuan.
- Orang-orang menghabiskan waktu dengan banyak beristirahat, liburan, nonton ke bioskop.
“ada dua hal yang orang tidak akan pernah
puas untuk mengejarnya yakni ilmu dan harta” Ali Bin Abi Thalib. Yang terkadang
membingungkan orang adalah ingin terus menuntut ilmu, tapi tidak memiliki
biaya. Ingin mencari pekerjaan, tapi dunia kerja terlalu membosankan jika hanya
seperti itu. Kerja tidak sebanding dengan penghasilan.
Inilah waktu serasa terus mendesak. Sejak
menjadi mahasiswa tidak banyak waktu untuk ngerumpi berbincang hal sepele. Waktu
terasa sangat sempit untuk banyak membaca, urusan organisasi yang menyita waktu
untuk mengkaji pengetahuan, tuntutan sarjana yang harus segera, hingga tuntutan
kerja yang katanya sudah sangat terlambat. Serasa terus berlomba dengan waktu “diam
sedetik berarti mati”. Yang mana terasa rugi jika berlama-lama nonton TV. Hingga
tidak menginstal game di Handphone.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar