Selasa, 29 November 2016

WAKTU YANG TERBUANG




Dalam kurung waktu tertentu akan membawa kita pada perenungan tentang keberadaan kita di dunia ini. Sering mendengar tentang; memboroskan usia, telah menyia-nyiakan masa muda, terlambat untuk pencapaian tertentu. Kemudian terus memeriksa diri telah benarkah apa yang sedang kita kejar, telah benarkah tujuan hidup, telah benarkah cara-cara yang kita tempuh.
Ada orang menghabiskan usianya sebagai guru, ada yang hingga kematiannya hanya menjadi petani atau pedagang. Kemudian mereka meninggalkan anak-anak yang tidak menutup kemungkinan hanya akan menjadi penyebab permasalahan bagi kehidupan sosial. Mereka mewariskan kepada anak-anaknya harta sebagai bekal untuk melewati perjuangan hidup yang sulit. Begitu seterusnya siklus hidup secara turun temurun. Keseharian mereka hanya seputar mencari nafkah, membeli perabot rumah, membeli tanah dan membangun rumah mewah.
Apa sih yang menyita waktu orang selama 24 jam tersebut;

  1. Perempuan yang memiliki anak menghabiskan waktu untuk mengurus anak dan kebutuhan rumah tangga. 
  2. Orang yang bekerja akan menghabiskan waktunya untuk mengurusi perniagaannya 
  3. Orang menghabiskan waktu untuk bermain game. 
  4. Orang-orang yang menempuh pendidikan menghabiskan waktu untuk terus mengkaji ilmu pengetahuan. 
  5. Orang-orang menghabiskan waktu dengan banyak beristirahat, liburan, nonton ke bioskop.

“ada dua hal yang orang tidak akan pernah puas untuk mengejarnya yakni ilmu dan harta” Ali Bin Abi Thalib. Yang terkadang membingungkan orang adalah ingin terus menuntut ilmu, tapi tidak memiliki biaya. Ingin mencari pekerjaan, tapi dunia kerja terlalu membosankan jika hanya seperti itu. Kerja tidak sebanding dengan penghasilan.
Inilah waktu serasa terus mendesak. Sejak menjadi mahasiswa tidak banyak waktu untuk ngerumpi berbincang hal sepele. Waktu terasa sangat sempit untuk banyak membaca, urusan organisasi yang menyita waktu untuk mengkaji pengetahuan, tuntutan sarjana yang harus segera, hingga tuntutan kerja yang katanya sudah sangat terlambat. Serasa terus berlomba dengan waktu “diam sedetik berarti mati”. Yang mana terasa rugi jika berlama-lama nonton TV. Hingga tidak menginstal game di Handphone.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar