Senin, 16 Januari 2017

DETIK-DETIK YANG HARU


AGUSTUS 2014, MENJELANG MUSCAB IMM MAKASSAR

Tak ada yang abadi, termasuk kebersamaan. Seperti air kadang bersatu diatas aliran sungai, kadang bersatu dalam segelas air, kadang berpisah dalam tetesan-tetesan embun atau kadang berpisah dalam gelembung didihan. Manusia ada yang dipersatukan oleh ikatan keluarga, dipersatukan dalam satu komunitas bermain, terikat dalam satu tujuan perjuangan dakwah. Telah menjadi sebuah kepastian akan berpisah diwaktu tertentu. Itu hanya akan menunggu waktu, cepat atau lambat.
Maka akan kau kenang mereka sebagai teman sepermainan diwaktu kecil, teman sekolah, teman kampus, satu komunitas dakwah. Antara mereka ada ikatan, merasa dekat antara satu dengan yang lain, ada kepedulian di dalamnya. Kemudian ketika tiba waktu berpisah, ada kesedihan yang merambat pada diri setiap yang tertambat dalam ikatan.
Ada diantara kita ini adalah yang kesekian kalinya mengalami hari perpisahan. Dan selalu perpisahan itu menyedihkan. Pada itu ada yang berkata “mungkin suatu hari ketika bertemu akan berkata; dimana saya pernah melihat orang ini” pula ada yang mengatakan “hari ini seperti sebuah sore dimana dedaunan basah oleh embun sebagai isyarat bumi segera akan berpisah dengan mentari”. Terenyuh, menambah sesak ketidak relaan akan perpisahan. Terlebih, terbayang perpisahan ini akan merubah banyak hal dari kebersamaan yang kurang lebih 12 bulan itu.
Meski begitu, perpisahan tidak sekajap penghapus segalanya. Tetap akan ada yang tersisah dalam pengabadian; kebersamaan yang terekam waktu 2013-2014, gambar-gambar yang terpajang di wall facebook dan tulisan yang terurai oleh kenangan ataukah refleksi. Bahwa kita pernah dalam satu barisan dakwah. Pernah saling mengatahui kekurangan dan kelebihan masing-masing. Pernah memberi sumbangsi entah itu besar atau kecil. Dan utamanya, satu babak kehidupan bagi diri pribadi yang menentukan perubahan baik buruknya diri.
Akan ada yang jadi insinyur, dokter, guru, pengusaha. Masing-masing akan berjuang menjalani masa-masa ujian selama hidup. Kebersamaan ini hanya satu lembaran cerita diantara ratusan atau ribuan yang lain. Hingga menghadap pada Sang Ilahi mempertanggujawabkannya masing-masing. Dengan penuh harapan sedikit memiliki jawaban atas pertanyaan di ujung perjalanan hidup “kau gunakan untuk apa masa muda mu?”  

#Agustus, 2014
#Dakwah story 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar