Sabtu, 14 Januari 2017

MENJAJAKI JEJAK SANG TELADAN



Rabiul Awal penanggalan Hijriah di Indonesia biasa menyebutnya dengan bulan maulid. Tanggal 12 di bulan itu adalah tanggal kelahiran Nabi Muhammad saw. Beberapa abad sepeninggal Nabi, ummat Islam memutuskan untuk merayakan hari tersebut. Dengan berbagai pertimabangan dan rentetan sejarah Islam (baca: maulid Nabi, wikipedia).
Beberapa belahan dunia yang penduduknya mayoritas Islam ataupun minoritas merayakannya dengan cara yang berbeda. Ada diantara mereka yang merayakannya dengan membuat festival, berkumpul di masjid melakukan pengajian dan berkisah tentang sejarah Nabi Muhammad saw. Pun di Indonesia juga merayakannya dengan cara yang berbeda-beda. Tapi yang paling umum adalah dibuatnya tumpeng dan lomba hias telur. Mereka semua bersuka cita di hari itu. Walaupun mereka merayakannya tidak serentak pada hari yang sama di bulan itu. Mereka merayakannya dengan suka cita mulai dari penduduk kampung, lembaga pemerintahan, hingga sekolah-sekolah.
Tak terkecuali dengan SMKN 1 Baras. Sesaat setelah diumumkan akan diadakan maulid. Satu sekolah ribut tentang persiapan yang harus dipersiapkan. Berbagi tugas untuk menyediakan segala hal yang dibutuhkan. Pohon pisang, bambu, kertas minyak berwarna warni, telur rebus berwarna, sokko’ (nasi ketan), spanduk. Orang semua ribu tentang desain acara. Semua ribut tentang pohon telur kelas siapa yang nanti akan paling cantik.
Inilah satu pekan keceriaan. Bahagia bersama mereka. Terlebih ini tahun pertama kebersamaan itu. Ini satu hari yang akan menjadi bagian hari yang nanti akan kita kenang. Tahun pertama di sekolah menengah diisi dengan hari yang  kegembiraan mengenang kelahiran Nabi Muhammad. Mengingat perjuangannya yang penuh kepedihan dan mengingat banyak kemenangannya atas keteguhan hatinya.
Sahabat, ini satu catatan tentang kita yang ceria. Mungkin besok akan ku catat tentang hari-hari kita yang rempong dengan tumpukan tugas. Atau hari kita menangis bersama karena diantara kita ada yang sedang bersedih. Atau mungkin tak sabar bertemu setelah masa libur panjang.
SMKN 1 Baras, sekolah yang jauh dari kebisingan. Sekolah yang penuh dengan keterbatasan. Sekolah yang tidak di kenal banyak orang. Sekolah yang tak mewah. Tapi disinilah kami belajar. Menjejaki harapan di masa depan. Merajut waktu demi waktu, kebersamaan demi kebersamaan, perjuangan demi perjuangan. disini menjajaki jejak sang teladan, Nabi Muhammad saw. Wassalam!! 

#maulid ceria
#14 January 2017
#15 Rabiul Akhir 1438 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar