Rabiul Awal penanggalan Hijriah di Indonesia biasa
menyebutnya dengan bulan maulid. Tanggal 12 di bulan itu adalah tanggal
kelahiran Nabi Muhammad saw. Beberapa abad sepeninggal Nabi, ummat Islam
memutuskan untuk merayakan hari tersebut. Dengan berbagai pertimabangan dan rentetan
sejarah Islam (baca: maulid Nabi, wikipedia).
Beberapa belahan dunia yang penduduknya mayoritas Islam
ataupun minoritas merayakannya dengan cara yang berbeda. Ada diantara mereka
yang merayakannya dengan membuat festival, berkumpul di masjid melakukan
pengajian dan berkisah tentang sejarah Nabi Muhammad saw. Pun di Indonesia juga
merayakannya dengan cara yang berbeda-beda. Tapi yang paling umum adalah
dibuatnya tumpeng dan lomba hias telur. Mereka semua bersuka cita di hari itu. Walaupun
mereka merayakannya tidak serentak pada hari yang sama di bulan itu. Mereka
merayakannya dengan suka cita mulai dari penduduk kampung, lembaga
pemerintahan, hingga sekolah-sekolah.
Tak terkecuali dengan SMKN 1 Baras. Sesaat setelah
diumumkan akan diadakan maulid. Satu sekolah ribut tentang persiapan yang harus
dipersiapkan. Berbagi tugas untuk menyediakan segala hal yang dibutuhkan. Pohon
pisang, bambu, kertas minyak berwarna warni, telur rebus berwarna, sokko’ (nasi
ketan), spanduk. Orang semua ribu tentang desain acara. Semua ribut tentang
pohon telur kelas siapa yang nanti akan paling cantik.
Inilah satu pekan keceriaan. Bahagia bersama mereka. Terlebih
ini tahun pertama kebersamaan itu. Ini satu hari yang akan menjadi bagian hari
yang nanti akan kita kenang. Tahun pertama di sekolah menengah diisi dengan
hari yang kegembiraan mengenang
kelahiran Nabi Muhammad. Mengingat perjuangannya yang penuh kepedihan dan mengingat
banyak kemenangannya atas keteguhan hatinya.
Sahabat, ini satu catatan tentang kita yang ceria. Mungkin
besok akan ku catat tentang hari-hari kita yang rempong dengan tumpukan tugas. Atau
hari kita menangis bersama karena diantara kita ada yang sedang bersedih. Atau mungkin
tak sabar bertemu setelah masa libur panjang.
SMKN 1 Baras, sekolah yang jauh dari kebisingan. Sekolah yang
penuh dengan keterbatasan. Sekolah yang tidak di kenal banyak orang. Sekolah
yang tak mewah. Tapi disinilah kami belajar. Menjejaki harapan di masa depan. Merajut
waktu demi waktu, kebersamaan demi kebersamaan, perjuangan demi perjuangan. disini
menjajaki jejak sang teladan, Nabi Muhammad saw. Wassalam!!
#maulid ceria
#14 January 2017
#15 Rabiul Akhir
1438 H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar